Skip to main content

Finka's Project #7: Cikrak

Hi Readers, pernah denger apa itu Cikrak? Saat pertama mendengar, aku tidak paham apa itu Cikrak, jadi aku cari di Google. Dan ternyata Cikrak itu adalah keranjang untuk mengambil dan membuang sampah alias pengki!  Lalu apa hubungannya dengan edisi #Finka’sProject hari ini? Karena kalo kata iklan ‘berani kotor itu baik’, maka mari simak wawancara saya (F) dengan Prianka (P), co-founder dari Cikrak!

Proses pengumpulan sampah 
F              : Thanks Prianka for your time, ceritain dong Pri, secara singkat aja, apa sih Cikrak itu?

P             : Cikrak adalah sebuah start-up di bidang pengolahan sampah Fin.

F              : Apa yang membuat kalian terinspirasi menggerakkan start-up ini?

P             : Kebanyakan pengelola sampah fokus di sampah anorganiknya karena bernilai jual tinggi. Tapi disini kita fokus ke sampah organik karena beberapa hal. Salah satunya adalah kita ingin mewujudkan sustainale food cycle alias daur makanan yang lestari.

F              : Sedap. Siapa aja sih Pri inisiatornya?

P             : Yang pertama namanya Rani, anak teknik lingkungan ITB. Awal mulanya timbul idenya ini karena dia sayang banget kalo makanan dibuang-buang. Terus dia cerita deh ke gw soal idenya. Setelah itu, gw bener-bener tertarik sama idenya soalnya gw peduli juga sama isu pangan.

F              : Berarti founder dan co-foundernya ada 3 ya? Rani, Prianka dan Ode? Lalu, gimana pembagian kerja kalian?

P             : Gw (Prianka) pegang project manager, Rani bagian riset produksi, Ode bagian riset pasar. Tapi, saat ini masi banyak kemungkinan buat saling back-up dan menggilir pekerjaan kita.

Ode - Rani - Prianka siap beraksi
F              : Ooo begitu, sejauh ini cara pemasarannya gimana aja nih?

P             : Untuk pemasaran, kita datengin petani, peternak dan restoran-restoran, sambil ajak ngobrol dan sebar kuesioner juga. Tujuannya untuk menjalin hubungan gitu Fin.

F              : Good, kalo boleh disimpulkan, klien utama Cikrak itu siapa saja?

P             : Target utama Cikrak itu adalah sektor kuliner, terutama yang menengah keatas. Seperti restoran dan juga hotel-hotel. Tapi, untuk produk olahan kami (sedang dalam proses) tentu pasar utamanya adalah petani dan peternak organik.

F              : Kalo sekarang ini lagi sibuk apa Pri?

P             : Kebetulan untuk saat ini kita semua lagi fokus banget mengerjakan pilot project kita. Pilot projectnya menjalankan system pengelolaan sampah ke beberapa restoran, plus menjalankan pengolahan produk juga. Jangka waktu project ini selama 6 bulan. Tapi ya setelah pilot project selesai, kerjasama dengan restoran akan terus berlanjut. Hehehe.

F              : Wah berarti lagi sibuk-sibuknya nih ya. Kalau untuk pengolahan produknya kerjasama dengan petani dimana?

P             : Untuk produk memang masih dalam proses, jadi kita belum jual kemana-mana. Tapi sudah ada prospek petani-petani dan peternak-peternaknya yang akan jadi calon pembeli produk kita.

F              : Selain fokus pilot project, denger-denger kalian lagi ikutan lomba start-up ya? Ceritain dong.

P             : Wah iya, ada 2 yang sedang kita ikuti saat ini. Skala lokal dan skala international. Yang skala international itu adalah semacam lomba untuk memberikan ideas for a better world, penilaiannya dengan banyak-banyakan ‘likes’, kalau yang skala lokal alias di Bandung, kita lagi semangat banget ikut Idencity dari design action BCCF. Alhamdullilah saat ini kami sudah masuk tahap final dan akan presentasi pada tanggal 27 Oktober besok, mohon doanya ya!


Tahapan pengolahan untuk menjadi pupuk

F              : Pastiiiii didoakan! Pri! Kalo boleh berandai-andai, Cikrak 5 tahun yang akan datang akan jadi seperti apa ya? Kan lu katanya dari dulu suka menghayal tuh…

P             : Cikrak 5 tahun lagi udah bisa menghasilkan pupuk dan pakan organik yang kualitasnya bersaing sama pabrikan dan kimiawi. Dan kita juga sudah bisa memberikan label ‘eco’ untuk sektor-sektor kuliner yang mempercayakan kita sebagai solusi pengelolaan sampahnya. Pluusss kita juga bisa mengedukasi masyarakat Bandung khususnya soal sampah. Sama kita juga ingin punya peternakan. Hahaha.

F              : Wuidih, cita-cita terselubung lu beternak ya!

P             : Iya Fin, kita bertiga memang inginnya begitu. Soalnya ide besarnya kan sustainable food cycle tadi, lebih ekonomis juga kalo chain bisnisnya sampai ke ternak-tani.

F              : Modalnya berapa Pri untuk buat start-up ini? Dan gimana persaingan di bisnis ini?

P             : Modalnya niat aja Fin… Sekarang ini kita juga sedang proses cari dana nih. Untuk kompetitor, di bidang pengelolaan sampah sih banyak, di bidang pupuk juga banyak, tapi… pengelolaan sampah lain kan tidak ada value peduli lingkungannya seperti Cikrak. Kebanyakan cuma ditaro di TPS saja.

F              : Cerita dong perihal proses mencari dananya.

P             : Dari kenalan sih. Orang yang peduli lingkungan, namanya Mas Sano pendiri Greeneration Indonesia, beliau mengantarkan kita bertemu dengan link-link berikutnya. Ada dosen teknik lingkungan namanya Pak Wahyu, beliau yang mendanai riset pertama kami yang kebetulan beririsan dengan riset beliau. Ada juga Kang Rahim, seorang penggiat lingkungan juga di Bandung.  Ada dari teman-teman juga yaitu Wicak dan Emir, mereka dulu 1 tim berlima dengan kami, tapi karena kesibukan tidak bisa gabung dulu. Mudah-mudahan bisa cepet balik. Hehehe.

F              : Wah sukses terus buat Cikrak! Yang terakhir, ini yang paling dasyat deh. Ayo Pri, berikan inspirasimu buat para Readers yang juga berniat nyemplung ke usaha berbasis lingkungan!

Mengolah sampah jadi produk :)
            P             : Kalo untuk lingkungan, kadang-kadang memang suka ga sustain di bidang finansialnya, karena itu mesti puter otak biar bisa ada revenue streamnya. Banyak usaha pengomposan yang tidak jalan karena tidak ada pasar. Jadi, pasar itu memang harus dipikirin banget. Coba pakai business model canvas untuk bikin model bisnisnya. Terus, untuk menjaga idealismenya, coba cari di Google: happy start –up/ business canvas model deh hehe. Menarik. Yang terakhir, perjuangan buat lingkungan ga bakal bisa sendirian. Kita pasti perlu orang lain dan aspek-aspek lain. Maka dari itu, gabung ke komunitas yang punya satu ide itu penting banget, untuk saling                                                                            bahu-membahu menuju tujuan #tsah.

F              : Wuih, keren ya Prianka! Dapet deh inspirasi untuk membaktikan diri pada lingkungan dan sekalian menjalankan bisnis juga. Selain itu, bagi Readers yang punya restoran dan punya masalah dengan pembuangan sampah organiknya, sekarang tahu kan harus mencari siapa. Untuk mencari kemananya, sok atuh dilihat link dibawah ini. Sukses slalu Readers! J
  

Cikrak
Instragram: @cikrakbandung
For Cikrak profile please download: Cikrak Profile
Video please click: The Food Waste Business