Skip to main content

Finka’s Project #3: Bitwyre

Dewasa ini, mulai banyak bermunculan sistem pembayaran dunia maya atau mata uang digital yang bertujuan memberikan kemudahan pada para penggunanya. Sampai saat ini, ada beberapa mata uang digital yang digunakan di dunia antara lain seperti : Dogecoin, Coinye West, Litecoin dan Bitcoin. Salah satu dari mata uang digital yang akan kita bahas adalah Bitcoin. Bitcoin merupakan bentuk sistem pembayaran di dunia maya dengan menggunakan teknologi peer-to-peer. (Peer-to-peer atau P2P adalah suatu teknologi sharing (pemakaian bersama) resource dan service antara satu komputer dan komputer yang lain.red)


Bitcoin semakin dikenal masyarakat dan diterima karena ternyata banyak memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem pembayaran konvensional. Kelebihan yang ditawarkan Bitcoin membuat jenis mata uang ini menjadi tren serta pilihan baru bagi transaksi di dunia internet.

Dikutip dari Bitcoin.org, Bitcoin menjadi alternatif bagi mereka yang tidak memercayai pemerintah, bank pusat, atau institusi pihak ketiga untuk menjaga nilai dari mata uang dan menjamin transaksi pengguna.

Meskipun mulai banyak orang yang menggunakan Bitcoin di berbagai negara di dunia, Bitcoin masih ramai diperdebatkan dan dianggap tidak dapat digunakan sebagai sistem pembayaran yang sah karena sifatnya yang fluktuatif.  

Untuk lebih tau mengenai Bitcoin,beruntung sekali saya berhasil berbincang dengan Dendi Suhubdy (D),  seorang teman yang sejak awal tahun 2014 ini sedang giat-giatnya menekuni bisnis Bitcoin bersama dengan teamnya melalui Bitwyre. Mari kita simak kisahnya.  

F              : Sebenernya ide awalnya apa nih Den sampai kepikiran buat menekuni bisnis Bitcoin?

D             : Kita kepikiran banget soal bikin Payment Cashless. Personally, gue rada ga suka pakai cash, bringing cash is something too bad. Jadi gue sama temen-temen figure it around to buy things without cash. Secara fisik tidak ada. Akhirnya kita atur supaya cashless payment bisa lewat Bitcoin dan ngeyakinin satu stop buat adopt Bitcoin.

Proses Bitcoin

F              : Bagaimana dengan keberadaan kartu debit?

D             : Kartu debit kadang bisa sih. Cuma ada beberapa tempat yang tidak menerima atau service charge nya gede. Bitcoin bikin feenya jadi murah. Gitu sih awalnya. Karena kita punya visi buat menjadikan society kita cashless. I mean pindah dari cash ke elektronik.

F              : Memangnya apa aja sih keuntungan tambahan untuk pengguna bitcoin selain yang kamu bilang tadi?

D             : Keuntungan utamanya itu mengenai fee pengiriman, kecepatan transaksi, keamanan transaksi dan sifatnya tidak di control oleh pemerintah yang akhirnya membuka kesempatan untuk remittance dengan harga yang sangat murah. (Remittance: pengiriman uang dari satu negara ke negara lain yang bukan untuk pembayaran apa pun (barang, jasa, aset, penggunaan modal, dll), seperti sumbangan amal, hadiah untuk anggota keluarga, dan bantuan pemerintah. Contohnya adalah pengiriman uang dari TKI/TKW ke anggota keluarganya di Indonesia.red)

F              : Kalau menurut Dendi, masyarakat Indonesia sudah cukup paham belum tentang Bitcoin? Dan kalau belum, apa yang bisa Bitwyre lakukan untuk lebih menyebarkan ‘virus’ Bitcoin?

D             : Belom. Itu sih challenge kita. Kita lagi bikin protocol untuk masyarakat awam untuk tidak perlu tahu seluk beluk nya yang ribet, supaya bisa bertransaksi Bitcoin. Protocolnya ini namanya Bitwyre. Untuk lebih menyebarkannya, kita so far lagi meng-approach merchants. Tujuannya supaya people tahu tentang Bitcoin, at least penasaran apa itu bitcoin dan yang akhirnya cari tahu.

F              : Info buat Readers, Bitwyre menyediakan fasilitas yaitu sebagai Bitcoin spot dan derivative exchange, merchant payment processing, dan remittance. Sejauh ini, dengan bendera Bitwyre, Dendi dan team sudah berhasil approach berapa merchant untuk menerima pembayaran dengan Bitcoin? Dan untuk ukuran new starter, apa kamu sudah puas dengan pencapaian Bitwyre?

D             : Total sudah 156 merchant di Jakarta dan Bandung. Untuk starter masih banyak development yang perlu kami dilakukan. Namun kami juga senang dengan respons masyarakat Indonesia mengenai teknologi baru ini.

F              : Jujur nih Den, aku sendiri belom pernah coba transaksi pakai Bitcoin. Itu sistemnya gimana ya? I mean apa kita perlu buat account seperti di bank dulu? Lalu kita kasih jaminan kalau kita punya value uang berapa nya itu gimana caranya?

Dendi Suhubdy, Co-founder Bitwyre
D             : Ngga perlu Fin. Simple banget kok, hanya tinggal download Walletnya secara online di Bitcoin Wallet. Lalu tinggal beli Bitcoinnya di kita deh. Nanti, angka di Bitcoin Walletnya akan secara otomatis ke-top up setelah membeli seperti pulsa (voucher elektronik). Well, seperti account di bank, tapi uangnya disimpan di handphone kita.

F              : Ouu begitu. Jadi sekalian memberi informasi nih ke Readers semuanya kalau menggunakan Bitcoin itu simple banget. Nah sekarang, kalau mengenai urusan keamanannya gimana nih Den? Apa jaminan keamanan yang bisa diberikan Bitwyre? Mungkin setingkat kartu kredit atau bahkan lebih?

D             : Keamanan Bitcoin menggunakan teknologi militer. Teknologi sandi militer buat secure transaction. Lebih tinggi dari kartu kredit.

F              : Kira-kira, dengan tanpa campur tangan pemerintah yang seperti kamu bilang sebelumnya, yang berarti juga tanpa legalisasi dari pemerintah, apakah Bitcoin akan terus bisa menjamur di Indonesia?

D             : Jujurnya di semua tempat Bitcoin berkembang tanpa legalitas dari pemerintah. Ini dinamakan ‘disruption technology’ (teknologi yang menggantikan teknologi yang telah ada sebelumnya.red) Cuma, legalitas pemerintah diperlukan untuk membuat orang percaya akan transaksi Bitcoin.

F              : Semoga aja di pemerintahan kedepan, bisa memberi angin segar untuk Bitcoin ya!

D             : Aminnn. Semoga ajaaa.

F              : Ngomong-ngomong, Dendi katanya sedang melanjutkan study di US? Apa ini juga ditempuh untuk mendukung bisnismu?

D             : Aku disini ingin mindahin bisnis ke Silicon Valley.  Di US, opportunity buat Bitcoin masi gede banget dan kita punya global perspective. Kita ingin bikin truly global company, bukan company yang di Indonesia aja.

F              : Apa sih Den mimpi terbesar kamu dan Bitwyre? Apa mungkin nanti sampai kita bisa bayar angkot juga pakai Bitcoin? Hihihi.

D             : Mimpi terbesar aku itu Bitwyre dipakai buat protocol resmi untuk mengirim uang antar Negara. Lebih ke international remittance.

F              : Oh gituu. Strategi kamu sendiri untuk mencapainya?

D             : Kami akan mengeluarkan Bitwyre ATM Machines dalam waktu dekat. Nama projectnya Project Writingbear. Jadi kamu bisa masukkan uang terus taruh ke tujuan kamu. Di negara manapun itu. Nanti, untuk yang mengambil, yang penting ada Bitwyre ATM.

F              : Negara apa aja nih yang sudah bisa dijangkau?

D             : So far ATM nya sedang  di develop. Sementara kalo protocol remittancenya bisa dipakai untuk US dan Indonesia.

F              : Ok good! Ditunggu Den update berikutnya. Bitwyre team akan selalu update improvement mereka di: http://bitwyre.com/. Jadi untuk Readers yang penasaran, coba di cek langsung aja ya websitenya.
Den, boleh ga nih buka-bukaan tentang modal awal saat kamu jalanin bisnis ini? Ceritain juga ya tentang team kamu.

D             : Modal awal tebak berapa. Cuma agreement dan merchant pertama kami literally 0 rupiah Finka. Habis itu baru deh ada beberapa modal untuk bikin ATM sekitar 12 jutaan rupiah. Kalau tim ada saya sendiri, Didit, Akbari, Siward Mandira, Maulana Muhammad, Rifanditto, Dicky sama Handy Putranto.

F              : Seriously Den, you’re not joking me right??!? It’s really a fantastic investment!

D             : I’m not joking. Hehe. Bisnis teknologi kebanyakan modal awalnya  ya hanya teknologi aja.

F              : Ya, Readers, you can guess, how much their valuation after they successfully closed more than 150 merchants by today… Anyway Den, cannot imagine in the future.

D             : We believe it’s gonna be big.

F              : Boleh ga Dendi kasi tips buat kita semua, terutama untuk Readers yang mau mulai start up bisnis yang ‘beda’, yang berbasis teknologi  seperti kamu?

D             : Don’t afraid to try and burn out your money. It’s gonna be worth it and a lot of expertise. I mean, you’ll get a lot of experience. Gue ada quotes prinsip hidup: Never be afraid to take risk, how big it looks like, as long as the downside is small and the upside is huge.

F              : Mantab! Thanks banget buat Dendi yang sudah mau cerita banyak buat Readers, terutama buat nambahin pengetahuan Readers mengenai Bitcoin.
So Readers, tadi adalah kisah dari Dendi Suhubdy, founder dari Bitwyre yang merupakan salah satu penyedia layanan pembayaran Bitcoin lokal. Bagi Readers yang ingin memberikan komentar terkait dengan artikel ini, please feel more than free! J

Bitwyre Team
Bitwyre

Website: www.bitwyre.com


Siward (COO), Didit (as CEO), Akbari (as CFO), Maul (CMO), Ditto and Dicky and Handy as primary shareholders.